Jumat, 13 Desember 2019, WIB


Wilayah Sungai (WS) strategis nasional Lombok (luas 4.738 km2 ; 196 DAS, 3,23 juta jiwa ; 4 kab dan 1 kota sebagai ibukota Prov NTB) terdapat hujan 1.100 – 1.515 mm, evaporasi 2,26 - 6,23 mm/hari, 307 unit mata air (0,05 – 1,458 lt/dt) dengan ketersediaan air permukaan andalan 2.721 Mm3. Dalam upaya pendayagunaan SDA dilakukan di 53 DAS utilitas (73% luas WS) dengan kebutuhan air 3.345 Mm3 (3% RUMKOT-SINIK, 97% irigasi). Mengingat ketersediaan air tidak merata, maka dilakukan interkoneksi 12 DAS melalui saluran suplesi High Level Diversion (HLD). Fasilitas ini memindahkan air dari barat hulu ke bagian tengah-selatan-timur, kemudian kembali ke barat hilir (Interdependent system).

DATA PRASARANA SDA :


Dalam rangka tugas wajib balai untuk pelayanan publik, Unit Alokasi Air dibentuk melalui Surat Keputusan Kepala BWS NT I, Nomor : 856/KPTS-AS/BWS-NTI/2012), sebagai simpul utama alokasi air antar bangunan pengambilan air (headwork/HW) di sistem sungai. Unit ini menyiapkan rancangan Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) sampai Direct Instruction Real Time Operation (DIRTO) dari dan ke operator HW. Selain itu, melengkapi rekomendasi teknis pengajuan surat ijin penggunaan air (SIPA).

Tugas Unit Alokasi Air:

Menyelenggarakan pengelolaan alokasi air yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian, pemantauan dan evaluasi serta koordinasi.

Fungsi Unit Alokasi Air:

  • Pengolahan data dan informasi alokasi air.
  • Analisis ketersediaan air dan kebutuhan air.
  • Penyusunan usulan rancangan alokasi air dan eksekusi operasional.
  • Pemantuan, pengawasan dan pengendalian alokasi air, termasuk pemanduan operator HW.
  • Pemantauan dan evaluasi kinerja HW dan realisasi alokasi air.
  • Pengkajian usulan surat ijin penggunaan air.
  • Sekretariat dan fasilitasi kegiatan IWAF (Integrated Water Allocation Forum).

Kegiatan alokasi air dimulai sejak era WOC (Water Operation Center) pada tahun 1991 (Skep Ka.Dinas PU Prov. NTB No.30/KPTS/DPU/91).

Dalam perjalanan alokasi air sampai sekarang, perlu perubahan paradigma lama yang bercirikan tunggal, turun temurun, tradisional, teka-teki dan tumpang tindih menuju paradigma baru yang matematis-modeling, mutakhir, multiguna dan manajemen terpadu. Transformasi paradigma tersebut memerlukan; i) kampanye water is public goods, ii) konsep alokasi air secara water share di sistem dan antar sistem, dengan goal faktor-K max-equal antar pengguna sejenis (dalam hal ini irigasi) sekaligus kuota ekosistem dan iii) kerja bersama antar stakeholders dan pengguna air.

Sejak 2011 unit ini telah/akan melaksanakan :

  • Pembuatan model alokasi air dan DIRTO di DAS Jangkok dengan sistem komunikasi SMS gateway.
  • Penyusunan draf RAAT (forecast) yang direkomendasikan oleh TKPSDA tiap September.
  • Konsep pengendalian sistem alokasi air.
  • Penyiapan dan operasional studio Water Trip Control (WTC).
  • Sejak tahun 2016/2017 telah dilaksanakan perubahan basis data dari setengah bulanan menjadi 10 harian (dasarian) untuk mengikuti format BMKG.
  • Penyusunan Rencana Alokasi Air Rinci (RAAR) tiap 2 bulan (forecast).
  • Penyediaan informasi daily real-time melalui www.alokasiair-bwsnt1.com yang memuat antara lain; isohyet, dan volume waduk
  • Pelaksanaan DIRTO sistem sungai Babak pada Oktober 2017.
  • Pelaksanaan DIRTO Sistem Interkoneksi HLD pada Oktober 2019.

Studio WTC merupakan pusat kendali alokasi air secara feedback dari/ke lapangan. Studio ini dilengkapi display room untuk expose, briefing operator dan special training. Ke depan, studio WTC akan dikembangkan untuk flood early warning system (tahun 2022).


  • Database updating (statis dan dinamis) dan sistem informasi hidrologi.
  • Model matematika antara lain; optimasi alokasi air, rainfall-runoff, dan forecasting berbasis prakiraan BMKG.
  • Studio Water Trip Control.
  • Alat atur/alat ukur di HW.
  • Pilot project alokasi air di sistem sungai dan sistem irigasi.
  • Pengamat Sungai, Pengamat Pengairan dan Operator HW.
  • IWAF, Komisi Irigasi (KOMIR) Kab/Prov dan TKPSDA WS.
  • Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).



  • Model fisik sistem alokasi air di DAS Palung dan DAS Rere Penembem dalam lingkup Interkoneksi HLD.
  • Pengukuran tinggi muka air menggunakan sensor dan pengaturan pintu intake sesuai hasil bacaan sensor.
  • Sistem berjalan otomatis. Pintu intake bergerak sesuai instruksi mesin alokasi air berdasarkan input kebutuhan air melalui SMS.
  • Kalibrasi alat ukur dan pintu intake dilakukan secara intensif dan berulang.